Pengaruh
Hereditas dan lingkungan dalam Pendidikan
Manusia
merupakan makhluk yang paling sempurna, karena diberi akal dan pikiran. Namun
setiap manusia memiliki tingkat intelektual yang berbeda – beda, hal ini bisa
disebabkan oleh 2 faktor, yaitu hereditas dan lingkungan. Hereditas dapat
diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan biologis karakteristik individu
dari pihak orang tuanya kepada anaknya. Pewarisan ini terjadi melalui proses
genetis. Hereditas memiliki peranan dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Manusia lahir ke dunia ini membawa berbagai ragam warisan yang berasal dari ibu
bapaknya atau nenek dan kakeknya. Warisan (keturunan atau pembawaan) tersebut
yang terpenting antara lain: bentuk tubuh, raut muka, warna kulit, inteligensi,
bakat, sifat-sifat atau watak dan penyakit. Dalam artikel ini kita akan
membahas tentang inteligensi.
Inteligensi
adalah kemampuan yang bersifat umum untuk mengadakan penyesuaian terhadap suatu
situasi atau masalah. Kemampuan yang bersifat umum tersebut meliputi berbagai
jenis kemampuan psikis seperti: berpikir, memahami, mengingat, berbahasa dan
sebagainya. Seorang ahli mengatakan bahwa nasib anak itu sebagian besar
berpusat pada pembawaannya, sementara pengaruh lingkungannya hanya sedikit saja
(Moh. Kasiram 1983:27 dalam aliran Nativisme). Apabila salah satu orang tuanya
pandai, anaknya pun akan mewarisi kepandaiannya, begitu sebaliknya. Seorang
anak yang lahir dari keturunan orang tua yang kurang pandai belum tentu anaknya
akan menjadi anak yang bodoh, tidak ada manusia yang bodoh, kebodohan bisa diubah dengan cara belajar.
Aktivitas dari seorang anak itu akan berpengaruh terhadap perkembangan
intelegensinya, aktivitas yang dimaksud seperti belajar di sekolah, belajar
melalui pengalaman dari lingkungan, dsb.
Hereditas
dan lingkungan, keduanya merupakan faktor penting yang mempengaruhi tingkat
intelegensi manusia. Individu lahir dengan hereditas (pembawaan) masing –
masing yang bersifat potensial (fithrah) dan akan menjadi kenyataan karena
pengaruh lingkungan. Manusia bisa dididik dan diubah menjadi apa saja, bisa ke
arah baik maupun buruk sesuai kehendak lingkungannya, termasuk juga
pendidikannya. Melalui pendidikan, manusia bisa dididik ke arah yang baik,
belajar mengenai hal – hal yang baik. Dan lingkungan pun harus mendukung, harus
berada di lingkungan yang sehat, jauh dari hal – hal yang tidak baik. Jadi
antara pembelajaran dari sekolah (pendidikan) dan pengaruh lingkungan harus
berjalan seimbang.
Daftar
Pustaka
Drs.H.Baharudin,
M.Pdi.2011.”Hereditas dan Lingkungan”.Jakarta
: Gramedia