Di dalam lingkup pendidikan sangat
erat hubungannya dengan norma. Misalnya norma dalam bersikap, tingkah laku, dan
kesopanan. Dalam dunia pendidikan selalu diajarkan mengenai norma tersebut.
Selain itu diajarkan juga bagaimana cara menerapkan norma – norma tersebut
dalam kehidupan sehari – hari. Bagaimana cara kita berperilaku baik, sopan, dan
tidak sewenang – wenang terhadap orang lain.
Tidak bisa dipungkiri jika pendidikan
memegang peran penting dalam perkembangan kejiwaan atau kepribadian seseorang.
Semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, maka pemahaman terhadap sesuatu
pun bisa jadi menjadi lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang sama
sekali tidak mengenal pendidikan. Dengan mengenyam dunia pendidikan, manusia
diharapkan bisa dan mampu menampakkan rasa kemanusiannya. Namun pada
kenyataannya masih banyak orang yang mengenyam pendidikan tinggi bertindak
sewenang – wenang terhadap orang lain. Kita ambil contoh dari pejabat tinggi
Negara kita. Bukankah mereka mengenyam pendidikan tinggi? Mereka memperoleh
gelar sarjana S1 hingga profesor. Namun mereka masih tidak peduli dengan
rakyatnya, terutama rakyat miskin. Mereka mengambil hak milik rakyatnya dan
bertindak tidak adil. selain itu, kita bisa juga mengambil contoh dari aparat
kepolisian. Seorang aparat yang dianggap sebagai penegak hukum ini sering
berperilaku tidak adil. Rakyat miskin mencuri ayam bisa dihukum mati, sedangkan
pejabat tinggi yang korupsi diberi fasilitas mewah di dalam penjara. Hal itu
sudah menunjukkan bahwa pendidikan tidak berpengaruh terhadap norma dan
kepribadian seseorang.
Para ahli pendidikan sering
berpendapat bahwa manusia dapat dididik menjadi apa saja, bisa ke arah baik
maupun buruk sesuai kehendak lingkungannya, termasuk pendidikannya (John Locke 1632
– 1704). Sangat mencolok perbedaan perbedaan antara seseorang yang mengenyam
pendidikan dengan seseorang yang sama sekali tidak mengenal bangku pendidikan.
Bisa dilihat dari cara berbicara dan pengetahuannya. Namun setiap orang
memiliki hati dan kepribadian yang berbeda – beda. Walaupun tidak mengenyam
pendidikan tinggi namun kepribadiannya baik, pasti akan menjadi pribadi yang
baik. Begitu sebaliknya, walaupun mengenyam pendidikan tinggi namun
kepribadiannya buruk, pasti akan menjadi pribadi yang buruk pula. Seseorang
yang buruk bisa berubah menjadi baik sesuai hati dan kemauannya masing –
masing, dibantu dengan lingkungan yang mendukung termasuk pendidikan.
Daftar Pustaka
http://www.slideshare.net/andhikanostalgithers/pendidikan-moral-dan-mutu-pendidikan-indonesia
Haryatmoko.2013."Etika,politik,pejabat,korupsi,norma,dan pemerintahan". Jakarta : Gramedia
Daftar Pustaka
http://www.slideshare.net/andhikanostalgithers/pendidikan-moral-dan-mutu-pendidikan-indonesia
Haryatmoko.2013."Etika,politik,pejabat,korupsi,norma,dan pemerintahan". Jakarta : Gramedia